Tips Memilih Mesin Ice Cream Bekas

Usaha Es Krim saat ini benar-benar menjadi salah satu trend generasi milenial. Selain rasanya yang manis dan segar, es krim mampu memberikan sensasi tertentu kepada para penikmatnya. Apalagi, es krim menjadi salah satu yang paling cocok untuk mendampingi obrolan bersama keluarga, teman, maupun dalam meeting. Karena itu, usaha ini jelas-jelas memiliki peluang yang sangat tinggi.


Tentu saja, dalam berbisnis kita harus menentukan berbagai hal terkait budget yang kita miliki. Jangan sampai pada awal-awal pembangunan usaha, anda justru tidak menikmati hasilnya, dan justru merugi. Karena itu, sebisa mungkin anda wajib menggunakan perhitungan yang matang, termasuk membandingkan Harga Mesin Pembuat Ice Cream yang ingin anda gunakan. Karena itu, peritmbangan menggunakan Mesin Ice Cream Bekas bisa menjadi alternatif terbaik.

Dengan menggunakan mesin bekas, paling tidak anda bisa menghemat 30% hingga 50% dari harga barunya. Hal ini bisa dipastikan, karena barang bekas selalu turun harganya, sehingga mungkin anda bisa menggunakan kesempatan seperti ini untuk memaksimalkan bisnis yang sedang anda bangun.

Namun, tetap saja anda harus memperhatikan beberapa hal terkait dengan mesin ice cream tersebut. Karena “Risk” atau “Resiko” cacat dalam mesinnya bisa saja terjadi. Jadi, dalam membeli mesin bekas, anda harus benar-benar melakukannya secara selektif.Tentu saja, selektif disini harus menyeluruh, agar barang yang akan dijadikan sarana bisnis bisa benar-benar maksimal.

-          Casing Luar

Hal pertama yang harus anda perhatikan adalah Casing bagian luarnya.  Jika Casingnya cukup bagus, dan masih mulus, bisa dibilang sang pemilik sebelumnya selalu merawatnya dengan baik. Beda ceritanya jika dari luar saja sudah rusak, hampir bisa dipastikan perawatan untuk mesin tersebut tidak terjaga.

-          Segel / Riwayat Service

Hal ini perlu diperhatikan dengan seksama.Akan lebih baik jika anda membeli mesin bekas yang masih Segel, artinya belum diservice.  Atau, jika sudah terjadi service, hanya beberapa spare part sekunder, dan bukan pada mesinnya.